Tampilkan postingan dengan label lebih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2014

Aroma Parfum Lebih Berbahaya dari Asap Rokok Benarkah

- 0 komentar
Seperti yang kita ketahui, dan mungkin banyak dari kita semua yang menyukai aroma parfum yang biasanya untuk menyegarkan wangi dari pakaian yang kita gunakan, ternyata aroma dari parfum itu berbahaya! Terdapat 500 lebih bahan kimia yang bisa meracuni tubuh menjadi bahan dasar parfum...
Saat ini, sejumlah kantor, klub kesehatan, studio yoga, dan tempat umum dibuat peraturan harus bebas wewangian. Tidak hanya asap rokok, ternyata tempat-tempat ini juga melarang orang yang masuk memakai parfum dan wewangian lainnya. Pasalnya, dari hasil penelitian, parfum pun dapat menciptakan polusi udara, atau populer dikenal sebagai polusi parfum!!!!

Dari hasil penelitian tersebut, tidak sedikit orang yang menderita asma, gangguan perpanasan lainnya, penyakit lingkungan, atau kelelahan berlebihan yang disebabkan terpapar wewangian parfum yang bertahan di udara meski telah lama disemprotkan.

Riset menurut ahli gizi holistik dan naturopati, Michelle Schoffro Cook:
mengatakan terdapat 500 lebih bahan kimia berbahaya yang menjadi bahan dasar pembuatan wewangian di parfum. Kebanyakan berasal dari bahan kimia sintetis yang diperoleh dari bahan petrokimia, dan telah terbukti mengandung neurotoxin (racun yang bisa merusak pembuluh darah atau syaraf otak). Dan, terdapat juga kandungan karsinogen (bahan yang dianggap sebagai penyebab kanker).

Penelitian ini amat mengejutkan. Bagaimana tidak? Hampir semua wanita, bahkan pria mengenakan parfum. Siapa sangka, banyak bahan kimia yang terkandung dalam parfum atau wewangian lain yang tak kalah berbahaya dibandingkan bahaya asap rokok.

Jika Anda bisa mencium aroma parfum, itu karena bahan molekul sintesis yang beracun dari parfum masuk lewat saluran pernapasan, yang langsung memberikan jalan menuju otak. Yang juga berbahaya, meskipun tidak mencium aromanya, Anda tetap menghirup bahan kimia dari paparan parfum.
Karena itu, otak atau organ tubuh paling vital ini bisa terganggu akibat aroma parfum ini. Sebenarnya, otak dilindungi oleh mekanisme yang tak bisa ditembus zat berbahaya. Sayangnya, hal ini tidak sepenuhnya bisa melindungi otak. Penelitian baru-baru ini menunjukkan system ini dapat membiarkan sejumlah racun lingkungan, termasuk yang terkandung dalam parfum yang dapat masuk ke otak.

Dan, jika sudah masuk ke dalam otak, beberapa racun baru bisa dihilangkan dalam waktu lama dan dengan pengobatan intensif. Kerusakan otak bisa berupa peradangan dan munculnya plak otak. Keduanya merupakan gangguan paling berbahaya pada otak.

Beberapa bahan kimia yang biasa terkandung dalam parfum:

antara lain ethanol, benzaldehyde, benzyl acetate, a-pinene, acetone, benzyl alcohol, ethyl acetate, linalool, a-terpinene, methylene chloride, a-terpineol, camphor, dan limonene. Memang, sebagian dari bahan ini memang tidak berbahaya bagi tubuh. Tapi, sebagian lagi bisa menyebabkan otot tubuh tegang, lebih mudah marah, asma, sakit persendian, kelelahan, tenggorokan gatal, sakit kepala, batuk, dan iritasi kulit.

Jadi, aroma parfum atau wewangian tubuh lainnya yang dianggap bisa membuat pemakainya lebih atraktif, ternyata juga bisa mengganggu kesehatan. Setidaknya, untuk menyeimbangkan racun yang masuk ke dalam tubuh, sebaiknya Anda lindungi tubuh dengan asupan makanan yang mengandung antioksidan tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.

sumber
[Continue reading...]

Selasa, 18 Februari 2014

Penduduk kesal tidak lapor kehadiran ‘orang asing’ lebih awal

- 0 komentar
March 23, 2013 TMI
LAHAD DATU, 23 Mac — Kerisauan beberapa penduduk Kampung Tanjung Labian dengan kehadiran sekumpulan “orang asing” yang mendirikan rumah secara haram di pinggir hutan berhampiran nyata berasas.

Tindakan mereka melaporkan kehadiran “orang asing” itu kepada ketua kampung Mahmud Mallang, 72, pada 27 Feb lepas, bagaimanapun ditempelak sesetengah penduduk yang kononnya tidak mahu berprasangka buruk.
“Lihat apa yang telah terjadi sekarang. Ternyata apa yang saya dan rakan-rakan risaukan sebelum ini ada asasnya,” kata Idris Abdul Kahal, 49, dalam nada kesal kepada Bernama, di sini.
“Keamanan kami dirampas malah ada rakan memberitahu rumah mereka dibakar pengganas militan. “Kalau dahulu kita semua bersatu hati melaporkan kepada pihak berkuasa, sudah tentu keadaan tidak akan jadi seperti ini.”

Mengimbau kembali kejadian serangan militan pada 1 Mac lepas, Idris yang melarikan diri dalam keadaan sehelai sepinggang, berkata mereka dipaksa pengganas supaya segera meninggalkan kampung itu.

“Mereka bercakap dalam bahasa Suluk meminta semua orang kampung lari dengan segera jika tidak mahu diapa-apakan,” kata Idris.
“Saya hanya sempat mengambil dokumen peribadi dan melarikan diri bersama penduduk kampung lain ke dalam ladang kelapa sawit.
“Suara pengganas sangat parau menyebabkan kami takut mendengarnya. Waktu melarikan diri, kami juga tidak tahu ke mana kami hendak lari dan hanya berserah kepada Allah dan lepas empat jam berjalan, kami tiba di Lok Buani,” katanya.

Idris yang kini ditempatkan di Dewan Fajar Harapan, sebuah pusat penempatan sementara, berkata ekoran serangan pengganas militan itu, anak keduanya berumur 8 tahun, sering meracau dalam tidur berkemungkinan gangguan emosi.

Katanya keadaan anaknya kini semakin pulih setelah melalui proses pemulihan yang dianjur Jabatan Kebajikan Masyarakat dan Jabatan Pertahanan Awam (JPAM) dan dua anaknya yang beradad di tingkatan dua dan lima masih enggan ke sekolah kerana takut.

“Perkara ini sangat menyusahkan dan saya rasa seperti tidak mahu balik lagi ke Tanjung Labian kerana saya takut jika pengganas akan kembali semula,” katanya yang menganggarkan mengalami kerugian tinjauan tanaman sawit, ternakan dan buah-buahan kira-kira RM10,000.

Penduduk Tanjung Labian keseluruhannya 3,500 orang merupakan antara penduduk yang dipindahkan selepas kampung itu diklasifikasi sebagai zon merah dalam Operasi Daulat susulan pencerobohan militan dari selatan Filipina di Kampung Tanduo, sejak 12 Feb lepas.

Halimah Naukan, 48, pula berkata beliau dimaklumkan rakan bahawa rumahnya yang berdekatan Tanjung Batu dibakar pengganas militan itu.
“Saya amat marah dan kecewa. Mereka (pengganas) ini semua bersifat binatang, langsung tidak memikirkan bagaimana kami mahu hidup semula selepas ini, tiada apa lagi yang tinggal untuk kami. “Saya dengar haiwan ternakan pun mereka ambil. Mereka langsung tiada belas kasihan dan sepatutnya mereka ini mati. Inilah hukuman yang patut mereka terima,” katanya sambil menitiskan air mata. — Bernama
[Continue reading...]

Minggu, 16 Februari 2014

Kaki panjang lebih sihat

- 0 komentar
WARSAW, Poland – Satu kajian mendapati individu yang memiliki kaki yang panjang berpotensi menarik perhatian jantina berlawanan dengan mereka.

WANITA yang memiliki kaki panjang turut didakwa memiliki tahap kesihatan yang lebih baik.


Menurut penyelidik Poland, lelaki atau wanita tertarik pada gambar individu yang kakinya dipaparkan lima peratus lebih panjang. Hasil kajian itu diterbitkan dalam majalah New Scientist.

Namun kaki yang terlalu panjang tidak bersesuaian terutama jika 15 peratus lebih panjang daripada kaki normal yang diluruskan sebanyak 10 peratus.
Saintis Universiti of Wrocklaw membuat kajian ke atas 218 sukarelawan berlainan jantina dengan mengubah suai tujuh gambar lelaki dan wanita yang mempunyai kepanjangan kaki berbeza-beza.
Ketua penyelidik, Dr. Boguslaw Pawlowski, berkata, tinjauan kajian turut mendapati individu mempunyai kaki panjang lebih sihat berbanding yang pendek.
“Saya tidak fikir orang biasa tidak akan menjadi luar biasa dalam meminati mereka yang berkaki panjang,” katanya.
Hasil kajian perubatan di United Kingdom sebelum ini pula mendapati mereka yang berkaki pendek lebih berisiko untuk menghidapi penyakit hati. – Agensi
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. Kumpulan artikel - Posts · Comments
Powered by Blogger