Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2014

Peluang Wirausaha Modal Kecil

- 0 komentar
Pada artikel peluang wirausaha modal kecil ini sebenarnya melanjutkan dari artikel sebelumnya yaitu kumpulan wirausaha atau bisnis modal kecil. Jadi, semoga saja artikel kali ini dapat menambah daftar usaha yang dapat anda jadikan referensi.

Sama seperti artikel sebelumnya, modal yang dimaksud kecil disini yaitu modal sekitar 1 juta rupiah.

Tak perlu berlama-lama lagi, berikut contoh peluang usahanya:
Produksi Makanan Ringan
Makanan ringan atau yang lebih popular dengan cemilan ini dirasa cukup menjanjikan bila dijadikan usaha. Sebab pecinta dari makanan ini yaitu hampir semua kalangan. Baik kalangan atas (orang kaya) maupun kalangan bawah (belum kaya). Serta makanan ini juga disukai oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Makanan ini lebih banyak dikonsumsi sebagai teman menonton televisi dan juga sebagai teman untuk mengobrol. Jadi ciptakanlah makanan ringan yang unik dan juga lebih kreatif supaya cemilan yang diproduksi dapat semakin laku serta dapat menjadi awal untuk menggapai kesuksesan.

Wirausaha Souvenir
Saat ini souvenir banyak dicari sebagai kenang-kenangan pernikahan, ulang tahun, bahkan menjadi oleh-oleh khas suatu daerah.

Dengan banyak sekali peminat souvenir, maka wirausaha ini cukup menjanjikan untuk dijalankan. Ya disamping menjanjikan, anda juga dapat membuat souvenir dari barang-barang bekas. Ya namanya juga barang bekas tentunya dapat diperoleh dengan mudah serta bila harus membeli pasti harganya pun relatif murah.

Untuk contoh souvenirnya yang dapat dibuat dari barang bekas yaitu tempat foto, yang dapat dibuat dari kertas bekas, celengan dapat dibuat dari kaleng bekas, dan masih banyak yang lainnya. Karena ini adalah souvenir, kita dapat menerima pesanan tempat foto yang diberi foto. Kemudian juga celengan yang gambarnya berupa foto yang diinginkan oleh pemesan.

Sepertinya itu saja contoh wirausaha yang dapat dijalankan dengan modal 1 juta yang dapat blog Ide Usaha dan Bisnis Buatmu bagi. Kunci sukses itu bukanlah modal tetapi niat yang kuat. Bila niat sudah kuat maka semangat dan juga kesabaran akan turut mengikutinya.
[Continue reading...]

Senin, 01 September 2014

1001 Usaha Sampingan Dengan Modal Kecil

- 0 komentar
Bagi yang sedang galaukarena sedang berpikir mengenai usaha sampingan dengan modal kecil. Tetap semangat, sebab memang keinginan untuk berbisnis atau berwirausaha besar. Tetapi ketika sedang merenung, usaha apa yang kira-kira cocok untuk dijalankan? Terkadang dapat membuat kepala pusing. Terlebih lagi, yang dipikirkan adalah bisnis sampingan yang dapat dijalankan dengan modal yang kecil.

Tetapi jangan khawatir, sebab blog Ide Usaha dan Ide Bisnis Buatmu kali ini akan memberikan contoh-contoh usaha atau bisnis sampingan yang dapat dijalankan dengan modal kecil. Besar kecilnya modal itu relatif, jadi yang dimaksud dengan modal yang kecil disini yaitu sekitar 2 juta kebawah, apa itu?

Usaha Jual Pulsa
Usaha ini merupakan usaha yang dapat dijalankan hanya dengan modal 50 ribu rupiah. Serta dapat dijalankan kapan pun dan dimana pun.

Usaha Jasa Printing
Bila memiliki komputer tidak ada salahnya bukan membuka usaha jasa printing. Cukup dengan tambahan printer, kertas serta perlengkapan yang lainnya. Anda sudah dapat menjalankan usaha yang satu ini. Bila tidak memiliki komputer, bisa saja membeli komputer. Sebab harga komputer saat ini terbilang murah yaitu yang second ada yang harganya hanya 500 ribu rupiah.
Usaha ini cocok sekali bagi mahasiswa atau bagi yang rumahnya berada di dekat sekolah atau kampus.

Usaha Jasa Pembuatan Website
Bagi yang pandai dalam membuat website, tidak ada salahnya menjalankan usaha ini. Untuk target marketnya yaitu sekolah, instansi dan juga orang yang sedang ingin memasarkan bisnisnya secara online.

Usaha Ternak Jangkrik
Usaha atau bisnis ini cukup menjanjikan serta waktu yang dibutuhkan untuk memanen jangkrik terbilang singkat yaitu sekitar 40 hari.

Itulah contoh-contoh usaha dengan modal kecil yang dapat dijadikan sampingan. Bila dirimu ingin sukses, janganlah hanya berdiam diri tetapi berusahalah.
[Continue reading...]

Rabu, 27 November 2013

Jual Cincin Untuk Modal Bakul Ikan

- 0 komentar
--Salam Ingin pinjam uang di Bank dianggap gila , akhirnya jual cincin dan perhiasan yg dia punya buat modal bakul ikan..

Keputusannya keluar dari sekolah saat masih berusia 17 tahun sangat disesalkan oleh kedua orang tuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini Susi Pudjiastuti memiliki 50 pesawat dan pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ekspor.

Namanya Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air. Rambutnya ikal kemerahan, suaranya serak-serak, namun pembawaannya supel.

Bukan hanya bahasa Inggris fasih yang keluar dari mulutnya saat berbincang dengan para pilotnya yang bule. Susi – panggilan akrabnya – juga menggunakan bahasa Sunda dan sesekali bahasa Jawa kepada pembantu-pembantunya.

“Saya suka belajar bahasa apa aja. Yang penting bisa buat marah dan memerintah. Sebab, dengan itu, saya bisa bekerja,” ujarnya sambil lantas tertawa.

Saat ini, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 tersebut, memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya adalah Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa seperti di Papua dan Kalimantan.

“Ada yang disewa. Namun, ada yang dioperasikan sendiri oleh Susi Air. Biasanya dipakai di daerah-daerah perbatasan oleh pemda atau swasta,” jelas wanita yang betis kanannya ditato gambar burung phoenix dengan ekor menjuntai itu.

Susi tak mematok harga sewa pesawat secara khusus. Sebab, hal itu bergantung pelayanan yang diminta pihak penyewa. Biaya sewanya pun bermacam-macam, tapi rata-rata antara USD 400 sampai USD 500 per jam.

“Kadang ada yang mau USD 600 sampai USD 700 per jam. Perusahaan minyak mau bayar USD 1.000 karena beda-beda level servis yang dituntut. Untuk keperluan terbang, semua piranti disediakan Susi Air. Pesawat, pilot, maupun bahan bakar. Jadi, itu harga nett mereka tinggal bayar,” tegasnya.

Bakat bisnis Susi terlihat sejak masih belia. Pendirian dan kemauannya yang keras tergambar jelas saat usia Susi menginjak 17 tahun. Dia memutuskan keluar dari sekolah ketika kelas II SMA. Tak mau hidup dengan cara nebeng orang tua, dia mencoba hidup mandiri. Tapi, kenyataan memang tak semudah yang dibayangkan.
“Cuma bawa ijazah SMP, kalau ngelamar kerja jadi apa saya. Saya nggak mau yang biasa-biasa saja,” ujarnya.

Kerja keras pun dilakoni Susi saat itu. Mulai dari berjualan baju, bed cover, hingga hasil-hasil bumi seperti cengkeh. Setiap hari, Susi harus berkeliling Kota Pangandaran menggunakan sepeda motor untuk memasarkan barang dagangannya. Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan. “Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya.

Pada 1983, berbekal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan berupa gelang, kalung, serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak banyak wanita Pangandaran yang bekerja sebagai bakul ikan. Tiap pagi pada jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain berkerumun di TPI (tempat pelelangan ikan). “Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya,” ungkapnya.

Tak cukup hanya di Pangandaran, Susi mulai berpikir meluaskan pasarnya hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta. Dari sekadar menyewa, dia pun lantas membeli truk dengan sistem pendingin es batu dan membawa ikan-ikan segarnya ke Jakarta. “Tiap hari, pukul tiga sore, saya berangkat dari Pangandaran. Sampai di Jakarta tengah malam, lalu balik lagi ke Pangandaran,” ucapnya mengenang pekerjaan rutinnya yang berat pada masa lalu.

Meski sukses dalam bisnis, Susi mengaku gagal dalam hal asmara. Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang dia arungi bersama tiga suaminya tak sebiru dan seindah Pantai Pangandaran. Semua karam.

Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, si Wonder Woman ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan. “Dia seorang aviation engineer,” lanjutnya.

Christian merupakan seorang ekspatriat yang pernah bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara yang sekarang bernama PT DI, Red). Awal perkenalannya dengan lelaki asal Prancis itu terjadi saat Christian sering bertandang ke Restoran Hilmans milik Susi di Pantai Pangandaran. Berawal dari perkenalan singkat, Christian akhirnya melamar Susi. “Restoran saya memang ramai. Sehari bisa 70-100 tamu,” katanya.

Dengan Christian, Susi mulai berangan-angan memiliki sebuah pesawat dengan tujuan utama mengangkut hasil perikanan ke Jakarta. Satu-satunya jalan, lanjut Susi, adalah dengan membangun landasan di desa-desa nelayan. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam,” tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.

Berbeda jika harus memakai jalur darat yang bisa memakan waktu hingga sembilan jam. Sesampai di Jakarta, banyak ikan yang mati. Padahal, jika mati, harga jualnya bisa anjlok separuh.

“Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila. ‘Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar,’ katanya,” ujar Susi.

Barulah pada 2004, Bank Mandiri percaya dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan, serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan. Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. “Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda,” ungkapnya.

Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. “Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi,” jelasnya.

Perkembangan bisnis sewa pesawat miliknya pun terus melangit. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp 47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “Setahun lagi selesai. Tinggal tiga kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp 2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau di penerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.

Susi tak hanya mengepakkan sayap di bisnis pesawat dan menebar jaring di laut. Sekarang, dia pun merambah bisnis perkebunan. Meski begitu, dia mengakui ada banyak rintangan yang harus dilalui. “Perikanan kita sempat hampir rugi karena tsunami di Pagandaran pada 2005. Kami sempat dua tahun nggak ada kerja perikanan,” tuturnya.

Untuk penerbangan rute Jawa seperti Jakarta-Pangandaran, Bandung-Pangandaran dan Jakarta-Cilacap, Susi menyatakan masih merugi. Sebab, terkadang hanya ada 3-4 penumpang. Dengan harga tiket rata-rata Rp 500 ribu, pendapatan itu tidak cukup untuk membeli bahan bakar. “Sebulan rute Jawa bisa rugi Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. Tapi, kan tertutupi dari yang luar Jawa. Lagian, itu juga berguna untuk mengangkut perikanan kami,” ujarnya.

Susi memang harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sangat sensitif terhadap kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya penuh optimisme.


Semoga Kisah Ibu Susi ini bisa memacu semangat Generasi Muda Negeri ini untuk berani berusaha dan mau bekerja keras ! tidak hanya berharap bisa bekerja sebagai pegawai saja.. tetapi justru bisa menciptakan lapangan kerja baru di tengah sempitnya lapangan kerja saat ini..! Semangat…!!!

Sumber:http://men4rik.blogspot.com/2012/01/jual-cincin-untuk-modal-bakul-ikankini.html
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. Kumpulan artikel - Posts · Comments
Powered by Blogger